JT – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) melanjutkan penyebaran nyamuk Aedes aegypti berwolbachia untuk menekan penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Meruya Utara, Kembangan. Program ini mencakup penyebaran di 1.180 titik.
"Kami sudah mulai penyebaran di RW 005, RT 01 Meruya Utara sejak Kamis (9/1). Penyebaran akan dilakukan hingga mencakup seluruh RW di Meruya Utara," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, Jumat.
Baca juga : Pria Dalam Karung di Batuceper Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Erizon menjelaskan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya dilakukan di Kembangan Utara. Menurut data, wilayah seperti Cengkareng (795 kasus), Kalideres (718 kasus), dan Kebon Jeruk (712 kasus) mencatat angka kasus DBD tertinggi selama tahun 2024.
Sementara itu, di Kecamatan Kembangan sendiri tercatat 537 kasus DBD, dengan fluktuasi angka kasus setiap bulan. Angka tertinggi terjadi pada Maret (626 kasus) dan April (799 kasus), kemudian menurun secara bertahap hingga Desember (100 kasus).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati, dampak signifikan dari penyebaran wolbachia baru dapat dirasakan setelah dua tahun. Jika 60 persen populasi nyamuk Aedes di suatu lingkungan sudah terinfeksi wolbachia, penularan virus Dengue akan menurun drastis.
Baca juga : Gulkarmat Jakarta Pusat Gencarkan Sosialisasi Cegah Kebakaran di Permukiman
“Ini target jangka panjang, dan kami sudah memiliki peta persebaran untuk Kembangan hingga Juni 2025,” kata Ani.
Program ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi ancaman DBD secara signifikan di ibu kota. * * *
Bagikan