JT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada 10-12 Januari 2025.
"Potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon 97S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Banten," kata Teguh Wardoyo, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Jumat (10/1).
Baca juga : Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir Fasilitasi 304 Pencari Kerja untuk Magang ke Jepang
Teguh menjelaskan, bibit siklon tersebut menyebabkan pola belokan dan pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Jateng. Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial di Jawa Tengah turut memicu pembentukan awan konvektif.
"Kondisi ini meningkatkan potensi hujan deras disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah Jateng," jelas Teguh.
Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak pada Jumat (10/1): Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Semarang, Brebes, Surakarta, dan sekitarnya. Pada Sabtu (11/1): Banjarnegara, Pekalongan, Kendal, Sragen, Kudus, Pati, dan sekitarnya. Minggu (12/1): Wonogiri, Boyolali, Jepara, Blora, Pemalang, dan wilayah lain.
Baca juga : Banjir Bandang Terjang Desa Ganda-Ganda Morowali Utara, Satu Meninggal Dunia
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan petir, terutama di wilayah rawan bencana.
"Tetap berhati-hati dan pantau terus informasi cuaca terkini," tutup Teguh. * * *
Bagikan