JT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan pendekatan Deep Learning di sekolah-sekolah pada hari pertama masuk sekolah, Senin (6/1/2025).
Langkah ini dilakukan sambil menunggu keputusan kebijakan kurikulum baru dari pemerintah pusat.
Baca juga : Jabar Diterjang Bencana Hidrometeorologi, Hampir 7.000 Jiwa Terdampak
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa Jawa Barat berkomitmen menjadi pelopor dalam implementasi Deep Learning di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, termasuk di lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
Pendekatan Deep Learning mengutamakan tiga pilar utama, yaitu mindful learning (pembelajaran yang berkesadaran) yang membantu siswa fokus dan memahami materi secara mendalam, meaningful learning (pembelajaran yang bermakna) yang memberikan relevansi antara materi pelajaran dan kehidupan nyata, serta joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan) yang menciptakan suasana belajar positif untuk meningkatkan motivasi siswa.
"Saya memantau hari pertama masuk sekolah, dan para siswa sudah mulai memahami konsep tiga pilar utama ini," ujar Herman saat meninjau SMA Negeri Situraja, Kabupaten Sumedang, Senin.
Baca juga : Pemkot Bogor Gencarkan Penanganan Stunting dengan Pola By Name By Address
Pemprov Jabar tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa, tetapi juga menyasar kepala sekolah dan guru agar mampu mengaplikasikan pendekatan ini di sekolah masing-masing.
"Kami akan melibatkan seluruh daerah di 27 kabupaten/kota. Semua kepala sekolah dan guru akan mendapatkan edukasi agar memahami dan mempraktikkan Deep Learning," tambah Herman.
Bagikan