JT - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta pemerintah menambah rute penerbangan internasional di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) guna mendukung sektor pariwisata di provinsi tersebut.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan akses penerbangan internasional menjadi kunci utama untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara Asia.
Baca juga : Menhub Prioritaskan Keselamatan Perjalanan Saat Libur Nataru 2023
"Akses penerbangan ke luar negeri, juga dari luar negeri ke Indonesia, terutama di DIY harus didorong betul," ujar Deddy di Yogyakarta, Sabtu (4/1).
Saat ini, YIA baru melayani penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia. Deddy berharap ada penambahan rute, seperti dari Thailand, karena keberadaan Candi Borobudur memiliki daya tarik besar bagi wisatawan asal negara tersebut, khususnya umat Buddha.
"Jawa Tengah - DIY punya Borobudur yang kultur dan budayanya kan sama dengan wisatawan Thailand. Itu kan tanah suci-nya orang Buddha," tambahnya.
Baca juga : Warga Memadati Penangkaran Buaya Medan pada Hari Pertama Lebaran
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto, turut mendukung langkah ini. Menurutnya, kapasitas YIA masih sangat memadai untuk melayani lebih banyak penerbangan internasional. Saat ini, tingkat penggunaan kapasitas bandara belum mencapai 50 persen.
Dengan penambahan rute langsung, Bobby optimistis rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di DIY, yang saat ini hanya dua hari, dapat meningkat hingga lima hari empat malam.
Bagikan