JT – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh telah mempersiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk di akhir tahun, yang juga bertepatan dengan musim liburan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional kereta cepat tetap aman dan nyaman bagi penumpang.
Baca juga : Balai Karantina Pelabuhan Bakauheni Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ekor Burung
"Jalur kereta cepat telah dilengkapi berbagai sensor, termasuk sensor cuaca buruk, angin kencang, hujan lebat, gempa, hingga penangkal petir," ujar Manager Komunikasi KCIC, Emir Monti, saat menerima kunjungan media dari Bali di Jakarta, Selasa (3/12).
KCIC juga memasang sekitar 1.300 CCTV di sepanjang jalur dan stasiun untuk mengantisipasi potensi gangguan seperti pohon tumbang, longsoran, atau batu menggelinding. Sistem kereta akan otomatis mengurangi kecepatan menjadi 150-200 km/jam jika terdeteksi kondisi berbahaya.
Inspeksi harian juga dilakukan dengan memeriksa 60 parameter, termasuk jaringan elektronik, sinyal, komunikasi, dan kondisi lainnya untuk memastikan keselamatan operasional.
Baca juga : BPJS: Kepesertaan JKN Jadi Syarat Penerbitan SKCK Masih Uji Coba
Saat ini, KCIC mengoperasikan 48 perjalanan per hari, meningkat dari 40 perjalanan di tahun sebelumnya. Kereta cepat dengan kapasitas 601 kursi ini melayani rata-rata 16.000-18.000 penumpang pada hari kerja dan 18.000-22.000 penumpang saat akhir pekan.
"Dengan 48 perjalanan per hari, kami mampu mengangkut hingga 28.800 orang. Jika diperlukan, kami siap menambah kapasitas perjalanan," jelas Emir.