JT - Militer Yaman mengutuk agresi mematikan Amerika Serikat ke Yaman dalam mendukung Israel, bersumpah akan menghukum rezim kriminal dengan cara yang "menyakitkan".
Kecaman itu disampaikan Yaman pada Minggu, sehari setelah AS melancarkan serangan militer besar-besaran di Ibu Kota Sana'a dan di sejumlah provinsi lainnya yakni Sa'ada, Dhamar, Hajjah, dan al-Bayda.
Baca juga : PM Irak: Pemimpin Senior ISIS Abu Khadijah Tewas dalam Operasi Militer
Sedikitnya 31 orang, yang mayoritas perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan udara dan laut ke Yaman yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump.
Dewan Politik Tertinggi Yaman mengatakan penargetan warga sipil membuktikan kegagalan AS dalam konfrontasi, dan menambahkan bahwa agresi tersebut tidak akan menghalangi rakyat Yaman dalam mendukung Gaza, melainkan meningkatkan eskalasi.
"Hukuman untuk para agresor yang melawan Yaman akan dieksekusi secara profesional dan menyakitkan," demikian peringatan dari dewan tersebut.
Baca juga : Penembakan Massal di Sekolah Swedia, 10 Orang Tewas Termasuk Pelaku
Pada Sabtu, AS melancarkan serangan udara terhadap Yaman lantaran negara Arab tersebut telah berjanji akan menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel, yang melintasi Laut Merah dan Laut Arab, sebagai balasan atas pengepungan rezim Zionis terhadap Jalur Gaza.
Serangan AS berlangsung pada Sabtu malam. Saluran TV Al-Masirah Yaman melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam lingkungan permukiman di wilayah utara Sana'a.* * *
Bagikan