JT – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengoptimalkan aset negara berupa tanah dan bangunan yang diamanahkan pemerintah. Upaya ini bertujuan memastikan pengelolaan aset dilakukan secara transparan, efektif, dan bermanfaat.
"Selain bergerak di jasa angkutan kereta api, KAI juga terus mengoptimalkan aset berupa tanah dan bangunan melalui berbagai bentuk kerja sama komersial. Pada tahun 2022, KAI menertibkan 933.058,21 m² lahan dan bangunan senilai Rp1,69 triliun. Pada 2023, kami menertibkan 729.680,32 m² dengan nilai Rp2,08 triliun. Dari Januari hingga 13 Desember 2024, KAI berhasil menertibkan aset seluas 796.602,89 m² dengan nilai Rp1,03 triliun," ungkap Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Baca juga : Presiden Prabowo Subianto Pastikan Pembangunan IKN Lanjut Hingga 2029
Anne menyebutkan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama solid antara KAI dan berbagai pihak, termasuk pemerintah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan, TNI, Kepolisian, dan lainnya. Kolaborasi ini penting untuk memastikan proses penertiban aset berjalan lancar dan sesuai aturan.
Namun, tantangan dalam penertiban tetap ada. Salah satu kasus menonjol terjadi di Daop 7 Madiun, di mana penghuni ilegal melakukan kekerasan terhadap karyawan KAI.
"Rumah yang ditempati secara ilegal tersebut memiliki perjanjian sewa yang telah berakhir pada 2020. Meski tidak ada pembayaran sewa sejak itu, penghuni tetap menduduki rumah tersebut. Penertiban dilakukan berdasarkan koordinasi dengan Kejaksaan dan pengkajian Komnas HAM, yang memastikan rumah itu adalah aset sah milik KAI," jelas Anne.
Baca juga : MAKI siapkan laporan pidana lima polisi calo bintara Polda Jateng
Selain menertibkan, KAI juga meningkatkan nilai aset melalui upaya komersialisasi. Ini termasuk kerja sama branding stasiun, kereta, dan hak penamaan (naming rights). Saat ini, hak penamaan telah diterapkan di empat stasiun, yaitu: Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Stasiun BNI City, Stasiun LRT Jabodebek Pancoran Bank BJB dan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas BNI
"Komersialisasi ini memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi pendapatan perusahaan tetapi juga negara melalui pajak dan dividen," tambah Anne.
Bagikan