JAKARTATERKINI.ID - Puluhan pedagang di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengeluhkan kenaikan biaya retribusi atau service charge yang dikenakan oleh pengelola hingga mencapai Rp1,4 juta per bulan.
Ketua Paguyuban Pedagang JPM Tanah Abang, Jimmy, menyampaikan penolakan terhadap kenaikan tersebut dan mengatakan bahwa aksi ini dilakukan agar pihak pengelola Sarana Jaya mendengar keluhan para pedagang.
Baca juga : Progres Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Lampaui Ekspektasi, Capai 33,45 Persen
Aksi unjuk rasa dilakukan sebagai respons terhadap tingginya kenaikan biaya retribusi dari Rp560 ribu menjadi Rp1.443.000 per bulan, yang akan berlaku pada bulan Februari mendatang.
"Para pedagang merasa bahwa kenaikan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa ada musyawarah terlebih dahulu," kata Jimmy.
Jimmy menyatakan bahwa meskipun pedagang sudah bertemu dengan pengelola kawasan perdagangan JPM Tanah Abang, hingga kini belum ada respons yang diterima.
Baca juga : Kapolda Metro Jaya: Operasi Patuh Jaya 2024 Harus Dilaksanakan dengan Profesional
Para pedagang mengancam akan menutup Jalan Jati Baru, Tanah Abang, jika pengelola tetap mempertahankan kenaikan biaya retribusi.
"Kalau nanti Senin tetap tidak ada perubahan dan mereka bertahan, sudah pasti kita akan tutup jalan. Kami bukan menolak kenaikan, tapi yang wajar saja naiknya," ujar Jimmy.
Bagikan