JAKARTATERKINI.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan preferensinya terhadap penggunaan nama Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dibandingkan dengan Daerah Khusus Ekonomi Jakarta.
"Terkait dengan nama, saya lebih setuju jika Jakarta disebut DKJ karena mencakup kekhususan yang lebih luas, tidak hanya terfokus pada aspek ekonomi. Sebagai pemerintah, kami melihat Jakarta sebagai Daerah Khusus Jakarta, bukan hanya sebagai pusat ekonomi semata," ujar Tito dalam diskusi "Ada Apa dengan Daerah Khusus Jakarta" di Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Selasa.
Baca juga : Dua Orang Pengendara Motor Tewas di Plumpang Jakarta Utara
Menurut Tito, Jakarta tidak hanya berperan sebagai pusat ekonomi, melainkan juga sebagai pusat bisnis, infrastruktur, jasa, keuangan, lingkungan, dan sektor lainnya.
"Jika menggunakan istilah Daerah Khusus Ekonomi, kesannya hanya terbatas pada pusat ekonomi, kecuali jika mengacu pada pusat politik, digitalisasi, ekonomi kreatif, dan aspek lainnya," tambah Tito.
Lebih lanjut, Tito menyatakan bahwa keputusan mengenai nama DKI setelah kehilangan status sebagai ibu kota Indonesia akan dibahas bersama melalui diskusi.
Baca juga : Polisi Amankan 31 Pengguna Sabu di Kampung Boncos Jakarta Barat
Hal ini mengingat setiap undang-undang (UU) dibuat melalui proses pembahasan yang melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan terkait.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan bahwa opsi nama Daerah Khusus Ekonomi Jakarta dan Daerah Khusus Jakarta (DKJ) sedang diperbincangkan sebagai pilihan baru setelah Jakarta kehilangan status sebagai ibu kota Indonesia.