JAKARTATERKINI.ID - Badan PBB untuk Urusan Anak-anak (UNICEF) melaporkan bahwa Gaza Selatan saat ini mengalami "pengeboman terparah" sejak agresi Israel pada 7 Oktober.
Juru bicara UNICEF, James Elder, menyatakan keprihatinan atas jumlah korban anak-anak yang terus meningkat.
Baca juga : Israel Hancurkan Gedung Unit Darurat Rumah Sakit Al-Ahli di Gaza
"Ini pengeboman perang terparah saat ini di Gaza Selatan. Saya melihat begitu banyak korban anak-anak. Kami mendapatkan peringatan terakhir untuk menyelamatkan anak-anak; serta suara hati nurani kami." ungkap Elder.
Dalam pesan video terpisah, Elder mengakui kesulitan dalam menggambarkan kengerian yang dihadapi anak-anak di Jalur Gaza.
"Saya merasa seperti hampir gagal dalam kapasitas untuk menyampaikan tentang pembantaian terhadap anak-anak yang tiada henti di sini," katanya.
Baca juga : Presiden Biden Awasi Eskalasi Konflik Israel-Lebanon
Serangan udara Israel yang kembali terjadi setelah jeda kemanusiaan telah menyebabkan sedikitnya 509 warga Palestina tewas dan 1.316 lainnya terluka menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sejak serangan dimulai pada 7 Oktober, lebih dari 15.500 warga Palestina, mayoritas anak-anak dan perempuan, tewas. Sementara itu, korban tewas di pihak Israel mencapai 1.200 orang.
Bagikan