JT - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendorong langkah deeskalasi atau tindakan mengurangi konflik di Timur Tengah pasca-terjadinya serangan Iran terhadap Israel.
"Ketegangan ini tidak saja berimbas pada wilayah Timur Tengah, namun berdampak global, termasuk bagi Indonesia. Bahkan kondisi ini berpotensi memantik konflik yang meluas, dengan respons militer yang masif," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Baca juga : Kementerian P2MI Gandeng Komdigi Awasi Iklan Lowongan Kerja Ilegal di Media Sosial
Menurut dia, situasi Timur Tengah yang kian bergejolak berdampak destruktif pada kehidupan kemanusiaan. Perlu upaya bersama untuk meredam.
Indonesia, dalam kapasitas sebagai anggota G-20, anggota ASEAN dan negara mayoritas berpenduduk Muslim terbesar kedua di dunia punya tanggung jawab untuk meredakan ketegangan.
"Langkah tanggap Kementerian Luar Negeri dengan menghubungi Pemerintah Iran dan Amerika Serikat (AS), dan menyerukan deeskalasi serta solusi meja perundingan sudah tepat. Ini perlu diapresiasi," katanya menegaskan.
Baca juga : Pakar Sebut Harga Obat di Indonesia Lebih Mahal Enam Kali Lipat Dari India
Menurutnya, Iran adalah salah satu negara eksportir minyak terbesar, termasuk dengan kapasitas militer yang besar. Artinya, gejolak yang terjadi akan berdimensi ekonomi dan politik sekaligus. Secara ekonomi, konflik lebih lanjut akan mengerek harga energi, ujungnya berdampak inflasi bagi negara net importir seperti Indonesia.
"Secara politik, respons militer hanya memantik respons lainnya, memicu konflik meluas, bahkan mungkin berskala global," ujarnya.
Bagikan