JT - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa mereka sedang mengkaji ulang hubungan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menolak klaim eksklusif PKB terhadap NU.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dalam konferensi pers usai rapat pleno di Jakarta, Minggu (28/7/2024).
Baca juga : Lonjakan Penyakit Akibat Polusi Udara Bebani BPJS Kesehatan Rp13 Triliun
Menurut Yahya Cholil Staquf, ada banyak keluhan terkait pernyataan dari PKB yang mengklaim eksklusivitas hubungan dengan NU.
"Ada banyak komplain dari peserta pleno, dan kami tidak akan membuat keputusan tergesa-gesa," ujar Staquf.
PBNU telah mengutus Wakil Rais Aam PBNU, Anwar Iskandar, dan Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, untuk mengkaji masalah ini. Kedua tokoh NU tersebut memiliki sejarah panjang dengan PKB dan terlibat dalam pendiriannya.
Baca juga : Antrean Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Mulai Lenggang pada Senin Pagi
Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa meskipun banyak anggota NU yang menjadi konstituen PKB, masih banyak pula yang tersebar di partai-partai lain.
"Kami menolak klaim eksklusif PKB terhadap NU," tegasnya.
Bagikan